Bercerai Salah, Rujuk Salah, Begitu kah Messi?





Di Indonesia beritanya sedang ramai pasangan suami-istri jadi tidak pasangan suami-istri, alias berpisah. Ini diberitakan sebab epidemi covid-19 sudah menghancurkan tatanan ekonomi serta menjatuhkan bahtera rumah tangga.

Lalu, kenapa saya harus mengawali tulisan ini dengan mengenai jalinan yang perlu retak, tergugat, serta berpisah?

Pertama, sebab saya berasa persoalan ini tidak dapat terlepas dari karena epidemi covid-19. Ini ialah persoalan aktual saat ini yang penting diingat. Itu kenapa saat ada masalah perpisahan, saya kira itu salah satu efek paling besar dari kehadiran epidemi.

Serta, saya tidak punyai pemikiran lain disamping itu. Entahlah, sebab saya begitu sok baik atau memang tidak tahu-menahu mengenai tanda-tanda atau tanda-tanda dari berlangsungnya perpisahan.

Ke-2, sebab saya berasa keadaan ini related dengan saga transfer si pemain sepak bola hebat, Lionel Messi pada musim panas 2020. Bila dianalogikan dengan jalinan rumah tangga, Barcelona serta Lionel Messi seperti pasangan suami-istri.

Entahlah, siapa yang berperanan untuk suami atau istrinya, yang perlu saya lihat hubungan semacam itu. Benar-benar sama-sama memerlukan.

Tidakkah jalinan pernikahan karenanya?

Saya sempat membaca satu artikel* yang mengatakan jika sebab tidak prima, karena itu menikahlah. Langkah memikir simpel saya juga menjelaskan jika, sebab tidak prima bermakna akan menimbulkan kemauan untuk cari apakah yang diperlukan.

Messi benar-benar memerlukan Barcelona, sebab Barcelona ialah salah satu club dari Eropa yang beberapa puluh tahun kemarin benar-benar yakin dengan kekuatan Messi di hari esok. Pasti kita sudah mengetahui mengenai narasi waktu kecil Messi*, sebab sangat banyak yang membahasnya. Dari situlah saya memikir Messi memang memerlukan Barcelona. Benar-benar!Simak juga: Insting Player Scouting (David Abdullah)

Seiring waktu berjalan, bukan hanya Messi yang memerlukan Barcelona, tapi Barcelona memulai memerlukan Messi. Semenjak dianya dipercayai kiprah oleh Frank Rijkaard, selanjutnya potensinya dipercaya serta diproses oleh Pep Guardiola, Messi pada akhirnya menjelma jadi calon dewa untuk Barcelona.